Bahagiaku Sederhana



Ku pandangi ruangan pribadiku ini. Ruangan yang menyimpan semua kisah tentang dia .Tentang sebuah perjuangan yang berhasil aku potret. diam-diam senyumku mulai mengembang saat mataku tertuju pada salah satu gambar. Disitu dia sedang asyik menikmati eskrim bersama teman-temannya di bawah panasnya terik matahari ,tiba-tiba eskrim yang sedang di nikmatinya terjatuh dan dia pun menangis. Saat itu aku tidak sengaja melihatnya, ketika aku sedang asyik memotret salah satu temanku. Ku rasa dia memang berbeda,ya sangat berbeda,dia cengeng. Namaku Reinald restafan gayrayen ,dan yang tadi aku ceritakan adalah adik kelasku. Indah,ya hanya kata itu yang mampu meukiskan tentang dia.hingga aku tak mampu melukiskan lagi yang ku rasa.ah tuhan,dia selalu membuatku rindu, dan rindu ini lebih berat dari yang di rasakan dilan .karena penyakit rindu ini aku tak mau jauh sedetik pun dari dirinya.  Rindu yang sejak dulu aku tujukan pada seseorang dengan berjuta pelangi di wajahnya. adik kelas paling aneh seantero sekolah ,dan aku adalah separuh pelangi dari kisahnya.

”ekhmm….jangan lama-lama dong mandengin fotonya .terpesona hah?”.tegur seseorang yang sekarang sedang memelukku dari belakang. Oh tuhan, betapa malunya aku.kenapa dia datang saat aku sedang asyik memandangi foto-fotonya. aku menggeleng ,lalu mencubit tangannya
.”wow,ternyata suamiku sudah mulai galak”.candanya,membuat wajahku padam seperti kepiting rebus.perlahan dia mulai membalikkan badanku,lalu menatapku dalam.

 “kamu tahu? setiap hari kamu selalu membuat aku jatuh cinta”.ucapnya kemudian,lalu memelukku hangat .aku hanya bisa tersenyum dengan semua sikap manisnya,membuatku ingat kenangan itu, saat kami masih duduk di bangku SMA.

*****
“reinald,ada titipan nih”.ucap aldo sahabatku,sambil menyodorkan sebuah kado berbentuk bintang. Ku tatapi kado itu tak percaya,hari ini bukan ulang tahunku,dan siapa juga yang memberi kado padaku?.
“yaelah reinald,pakek bengong segala”.tegur aldo,yang membuatku dengan cepat mengambil kado itu.
“dari siapa do?”.tanyaku memastikan.yang di Tanya hanya tersenyum.”entah”.jawabnya lalu pergi meninggalkanku.tanpa berfikir lagi,langsung ku bukan kado itu,dan isinya sangat membuat ku bahagia sekaligus bingung .ini lensa camera yang sangat aku inginkan,karena aku seorang fotografer. tapi tunggu ,ini dari siapa? ku bongkar lagi kado itu ,siapa tahu ada nama pengirimnya.tapi ternyata nihil.yang aku temukan hanyalah robekan kertas bertuliskan warna-warni senja ,yang tidak aku mengerti apa maksudnya.oke,ternyata ada yang sedang ingin bermain-main denganku.baiklah,akan aku tanggapi permainan ini.permainan yang awalnya hanya ku kira sebagai lelucon,ternyata berakibat fatal.setiap hari kami selelu berkirim surat melalui sahabatku aldo,meski aku tak pernah tahu siapa dia.ternyata aku salah menafsirkan sesuatu.suatu hari salah satu adik kelasku datang menghampiriku,namaya anisa.dia datang untuk menyatakan perasaannya padaku.

“kak reinald ,kakak tahu?aku suka sekali dengan berbagai macam warna,dan yang paling aku sukai dari semua warna itu adalah kakak.karena kakak adalah warna dalam hidup aku.kak,aku sudah capek memendam perasaan ini,kakak mau gak jadi pacar aku?”.ucapan anisa membuatku ingat akan kado itu.apakah benar yang mengirimkan kado itu anisa?.jujur saja saat itu aku bingung,hatiku sudah aku labuhkan pada seseorang yang aku temui di kala senja sebelum turunnya hujan membasahi bumi,namanya reina dan dia juga adik kelasku .tapi di sisi lain aku juga mulai tertarik dengan seseorang yang selalu bertukar surat denganku,bagiku dia pelipur lara ketika aku sedih,karena dia yang selalu memotifasiku di kala aku mulai lengah menghadapi duniaku .saat itu aku ingin menjawab “iya”namun suara benda jatuh menghentikan apa yang ingin aku ucapkan.kali ini tatapanku tak lagi tertuju pada anisa,tapi pada benda yang baru saja jatuh.aku rasa ada yang menguping pembicaraanku dengan anisa.dengan sekuat tenaga aku berlari mengejar orang misterius itu,aku tak lagi memikirkan anisa .hingga tiba di taman belakang sekolah,jarak kami sudah semakin dekat.

”berhenti”.teriakku sambil mengatur nafas.dan anehnya orang itu menurut begitu saja.
“kamu siapa?”tanyaku.tiba-tiba dia membalikkan badannya,yang di sambut dengan ekspresi tak percaya dari wajahku.
“reina?”.gumamku tak percaya.dia tersenyum padaku,manis sekali.
“ya,ini reina kak,maaf tadi reina gak sengaja lewat dan menguping pembicaraan kakak”.ucapnya padaku.oh tuhan,mimpi apa aku semalam,bisa berbicara langsung dengan reina?.jujur saja aku merasa sangat gugup sekali berbicara berdua seperti ini.
“kenapa kakak malah mengejar reina? Bukankah kakak sedang bersama anisa?”.
rein,jika boleh jujur.sepenting apapun urusanku jika itu bersangkutan dengan kamu.aku akan sangat antusias sekali. Tapi sayang tak ada satu katapun yang aku ucapkan.aku hanya bisa diam sambil menatap wajah manisnya,membuatku ingat kala senja saat pertama kali aku melihatnya.perlahan reina mulai menghampiriku,menyentuh pundakku lembut.
“kakak kenapa?kenapa jadi bisu gini sih?.tanya nya.
rein,kenapa baru sekarang tuhan mengizinkan kita bertatap muka?. kakak ingin sekali memeluk mu.kakak ingin reina tahu ,sudah lama sekali kakak menyukai reina .memendam perasaan ini tak mudah rein.

“kak?kakak sakit?”.sekarang reina mulai menghawatirkanku.aku hanya bisa menggeleng. aku sudah tidak tahan lagi menanggung perasaan ini.tanpa aku sadari,reina memegang tanganku lembut.
“kak,kakak kenapa sih?,jangan bikin aku khawatir gini dong?aku paling gak suka liat kakak sedih.”pernyataan itu tak bisa aku cerna dengan baik.apa kau salah dengar?
“Peduli apa kamu sama aku?,sedangkan kita belum saling mengenal?”.ungkapku kemudian.tapi reina malah tersenyum.

“kak,kakak percaya cinta itu ada,lalu kenapa kakak tidak percaya dengan orang yang sekarang berada di depan kakak?.kakak tahu?kakak adalah pelangi dalam hidup reina,sejak pertemuan kita di waktu senja.semua warna reina dalah kakak.dan untuk perasaan reina.reina bukan tipe orang yang bisa mengumbar perasaan begitu saja.kalau kakak masih belum percaya lalu utuk apa reina selalu mengirimkan kakak hadiah?kita juga selalu bertukar surat”.ungkapan itu sontak membuatku diam juga kesal.ternyata dia orangnya.

“jadi yang bermain-main dan sok misterius itu kamu?tapi kenapa kamu baru bilang sekarang?.hampir saja aku mengira itu anisa”
Tiba-tiba reina memelukku.

“reina suka liat kakak bingung,abisnya ganteng sih”.aku tersenyum lalu mencubit hidungnya pelan.
“oh,gitu ya?jadi tunggu apa lagi?mau gak jadi milik kakak?”.
Dengan cepat dia mengangguk dan tertawa lepas.kali ini aku sangat bahagia dan dunia perlu tahu itu.
******

“ha..ha…ha…lucu ya pas waktu kita SMA “.
“apanya yang lucu?kamu tuh nyebelin banget”ucapnya tidak terima.
“Nyebelin gini tapi kamu suka kan?”.godaku padanya,yang membuat senyumku kembali mengembang,dan langsung memeluknya.“ kakak sayang reina” .Dan kalian tahu apa yang terjadi?duniaku terasa lengkap.dan aku hanya tahu BAHAGIA.

______
Ilustrasi : Behance.net

No comments

Powered by Blogger.