Kriboo : Produk Makanan kreasi Santriwati Wilayah Al Mawaddah Nurul Jadid
Dewasa ini, pengaruh kemajuan teknologi di era sudah globalisasi sudah tak dapat dibendung lagi. Pemuda–pemudi yang seharusnya mempersiapkan diri untuk menjadi generasi penerus negeri, malah sibuk beradaptasi dengan modernisasi gaya hidup yang tak islami. Mungkin hanya beberapa dari mereka dengan prosentase angka yang dapat dihitung yang mau menuntut bekal sebagai generasi bangsa ini
Sementara itu, sudah banyak dari kalangan pesantren mulai menyusun strategi untuk menjadikan pesantren sebagai ladang lahirnya santri yang tidak hanya pandai membaca kitab atau hafal Qur-an saja. Namun, bagaimana caranya agar mereka juga mampu berdakwah lewat profesi masing-masing kelak jika sudah terjun di masyarakat.
Salah satunya, Pondok Pesantren Nurul Jadid, khususnya wilayah Al-Mawaddah. Beberapa kegiatan sudah disiapkan untuk menampung serta mengembangkan bakat dan minat santri. Diantaranya, ada kursus menjahit yang pelatihnya didatangkan langsung dari CV. Batik Rengganis dari Krejengan. Setelah selesai pelatihan dan dianggap sudah lumayan dengan hasil menjahitnya, mereka sudah mulai membuka jasa konveksi dan keterampilan.
Ada juga pembuatan atau produksi makanan ringan yang diberi nama KRIBOO (Kripik Kebab Boo), menjadi sarana santri untuk belajar menjadi enterpreneur. Dengan beberapa proses, mulai dari penggorengan, pengemasan, hingga penjualan atau distribusi. Dapat melatih mental santri untuk menjadi pebisnis yang handal sekaligus bermoral. Dan masih banyak lagi yang lain`
Semua ini merupakan ikhtiyar (usaha). Sebab, kalau bukan pesantren, orang-orang pesantren, dan para santri, siapa lagi yang akan menjaga umat dan negeri ini dari gempuran peradaban pergaulan bebas yang selalu membuat pecandunya terombang-ambing dengan kenikmatan sesaat.
Pesantren sebagai benteng terakhir pertahanan agama dan bangsa jelaslah peranannya disini.
Tinggal bagaimana kita mau dan mampu menjadi santri atau pendidik yang berjiwa santi sejati.

Leave a Comment